Sejarah Perkembangan Casino di Kamboja. Kamboja telah menjadi salah satu pusat perjudian terbesar di Asia Tenggara meski ukurannya kecil dan secara resmi melarang warga lokal bermain casino. Perkembangan industri casino di negara ini berlangsung sangat cepat sejak akhir 1990-an, didorong oleh lokasi strategis yang berdekatan dengan Thailand dan Vietnam, serta kebijakan pemerintah yang membuka pintu bagi investor asing. Dari hanya segelintir venue kecil di masa lalu, Kamboja kini punya puluhan casino besar, terutama di perbatasan dan kawasan Sihanoukville yang sempat menjadi magnet wisata judi. Sejarah ini penuh dengan pasang surut: mulai dari era pasca-konflik, lonjakan investasi asing, hingga dampak pandemi dan perubahan regulasi terbaru. Perjalanan casino di Kamboja mencerminkan bagaimana satu industri bisa mengubah ekonomi lokal sekaligus memicu kontroversi sosial. REVIEW WISATA
Awal Mula dan Era Pasca-Konflik: Sejarah Perkembangan Casino di Kamboja
Casino di Kamboja mulai muncul secara resmi pada akhir dekade 1990-an setelah negara pulih dari perang saudara panjang dan rezim Khmer Merah. Pada masa itu, perjudian dilarang keras bagi warga Kamboja, tapi pemerintah mengizinkan casino untuk menarik turis asing dan mata uang asing. Salah satu casino pertama yang beroperasi adalah di kawasan perbatasan Poipet, dekat Thailand, yang langsung ramai karena warga Thailand tidak boleh bermain di negaranya sendiri. Lokasi perbatasan menjadi pilihan utama karena mudah diakses dan jauh dari pengawasan ketat di ibu kota. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, casino-casino kecil bermunculan di Poipet, Bavet (dekat Vietnam), dan beberapa titik lain di perbatasan. Bisnis ini awalnya dikelola oleh pengusaha lokal dan regional, dengan fokus pada permainan meja klasik serta slot sederhana. Pendapatan dari casino mulai memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah, meski skala masih terbatas dan infrastrukturnya minim.
Ledakan Industri di Era 2010-an: Sejarah Perkembangan Casino di Kamboja
Perkembangan paling dramatis terjadi setelah 2010, ketika pemerintah semakin membuka pintu bagi investasi asing, terutama dari China. Kawasan Sihanoukville, yang sebelumnya hanya kota pelabuhan kecil, berubah total menjadi pusat casino dan hiburan dalam waktu singkat. Ratusan gedung tinggi, hotel, dan kompleks casino dibangun dengan cepat, didanai oleh modal besar dari luar negeri. Pada puncaknya sekitar 2018–2019, Sihanoukville dijuluki “Macau-nya Asia Tenggara” karena jumlah casino dan volume pemain yang melonjak. Industri ini menciptakan ribuan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pajak, dan mendorong sektor properti serta pariwisata. Casino tidak hanya menawarkan permainan meja dan slot, tapi juga hiburan malam, restoran, dan akomodasi mewah. Namun, pertumbuhan yang terlalu cepat juga membawa masalah: peningkatan kejahatan terorganisir, pencucian uang, serta dampak sosial pada masyarakat lokal yang dilarang masuk casino tapi terpapar efek sampingnya. Pada masa itu, Kamboja menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan casino tercepat di dunia.
Dampak Pandemi dan Perubahan Regulasi Terkini
Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi titik balik besar. Hampir semua casino ditutup sementara karena larangan perjalanan internasional, menyebabkan banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan banyak bisnis tutup permanen. Setelah pembatasan dilonggarkan, pemulihan tidak secepat dulu. Pemerintah mulai memperketat regulasi, terutama terhadap operator asing dan praktik online yang marak selama pandemi. Pada 2023–2024, ada kebijakan baru yang membatasi jumlah casino di kawasan tertentu serta mewajibkan lisensi lebih ketat. Sihanoukville mengalami penurunan drastis setelah banyak proyek mangkrak dan investor menarik diri. Di sisi lain, casino perbatasan seperti Poipet dan Bavet tetap stabil karena masih mengandalkan pemain dari negara tetangga. Saat ini, industri casino di Kamboja sedang dalam fase penyesuaian: lebih fokus pada wisatawan berkualitas, pengendalian sosial, dan integrasi dengan pariwisata berkelanjutan. Meski tidak lagi seheboh dulu, casino tetap menjadi penyumbang ekonomi penting, terutama di daerah perbatasan.
Kesimpulan
Sejarah perkembangan casino di Kamboja adalah cerita tentang transformasi cepat yang didorong oleh kebijakan terbuka, investasi asing, dan lokasi geografis strategis. Dari casino kecil di perbatasan pada akhir 1990-an hingga ledakan besar di Sihanoukville pada akhir 2010-an, industri ini pernah mengubah wajah beberapa kota dalam waktu singkat. Pandemi dan regulasi ketat kemudian memaksa penyesuaian, membuat sektor ini lebih terkendali tapi tetap vital bagi ekonomi lokal. Kini, casino di Kamboja berada di fase matang: tidak lagi mengejar pertumbuhan liar, melainkan kualitas dan keberlanjutan. Meski kontroversial karena dampak sosialnya, keberadaan casino telah membuktikan kemampuannya menyumbang pajak, lapangan kerja, dan devisa. Masa depannya tergantung pada bagaimana pemerintah menyeimbangkan antara manfaat ekonomi dan perlindungan masyarakat. Yang jelas, perjalanan casino di Kamboja tetap menjadi salah satu kisah paling menarik di industri perjudian Asia Tenggara.