Sejarah Keterlibatan Mafia dalam Industri Kasino Dunia. Industri kasino modern sering dikaitkan dengan kemewahan, hiburan, dan keuntungan besar. Namun, di balik kilauan lampu neon dan suara mesin slot, ada babak gelap dalam sejarahnya yang melibatkan organisasi kriminal. Pada abad ke-20, kelompok mafia—terutama dari Italia dan Amerika—memainkan peran besar dalam membentuk dan mengendalikan kasino di berbagai belahan dunia. Keterlibatan mereka tidak hanya membawa kekayaan, tapi juga kekerasan, korupsi, dan akhirnya reformasi besar-besaran yang membentuk industri seperti yang kita kenal hari ini. INFO CASINO
Awal Mula di Amerika Serikat: Las Vegas dan Chicago: Sejarah Keterlibatan Mafia dalam Industri Kasino Dunia
Keterlibatan mafia dalam kasino bermula di Amerika Serikat pada era larangan minuman keras (Prohibition) tahun 1920-an. Saat alkohol ilegal menjadi bisnis besar, kelompok kriminal seperti Chicago Outfit dan keluarga mafia New York mulai mencari saluran lain untuk mencuci uang. Mereka menemukan peluang di perjudian, yang saat itu masih ilegal di hampir seluruh negara bagian.
Setelah Perang Dunia II, Las Vegas menjadi titik fokus. Pada tahun 1940-an, tokoh seperti Bugsy Siegel—anggota keluarga mafia Meyer Lansky—membangun kasino pertama yang mewah di gurun Nevada. Kasino-kasino ini awalnya didanai oleh uang mafia, dengan keuntungan yang kemudian digunakan untuk memperluas operasi. Chicago Outfit juga mengirimkan “perwakilan” mereka untuk mengawasi operasional, memastikan bahwa sebagian besar keuntungan tetap mengalir ke tangan mereka. Pada masa itu, mafia tidak hanya pemilik, tapi juga mengendalikan serikat pekerja, pemasok, dan bahkan polisi lokal.
Ekspansi ke Eropa dan Karibia
Setelah Las Vegas mulai dikuasai, mafia mencari wilayah baru. Pada 1950-an dan 1960-an, Kuba menjadi surga perjudian sebelum revolusi Castro. Kasino di Havana dikelola oleh sindikat Amerika, dengan keuntungan yang dibagi dengan pemerintah lokal. Ketika Fidel Castro mengambil alih dan menutup semua kasino pada 1959, mafia kehilangan salah satu sumber pendapatan terbesar mereka.
Di Eropa, pengaruh mafia lebih terbatas, tapi tetap ada. Di Prancis dan Inggris, kelompok kriminal terlibat dalam perjudian bawah tanah dan kasino kecil. Namun, regulasi ketat di Eropa membuat keterlibatan mereka tidak sebesar di Amerika. Di Karibia, beberapa pulau seperti Bahama dan Puerto Rico menjadi tempat baru bagi mafia untuk membuka kasino setelah Kuba ditutup.
Akhir Dominasi Mafia dan Reformasi Besar
Puncak keterlibatan mafia di Las Vegas terjadi pada 1960-an hingga 1970-an. Saat itu, kasino-kasino besar dibiayai oleh dana pensiun serikat pekerja yang dikendalikan mafia, seperti Teamsters Union. Namun, tekanan dari pemerintah Amerika mulai meningkat. Investigasi federal, termasuk operasi besar pada 1970-an dan 1980-an, mengungkap skema pencucian uang dan penggelapan.
Pada 1970-an, Nevada memperketat regulasi kasino. Lisensi diberikan hanya kepada individu atau perusahaan yang bersih dari catatan kriminal. Kasino-kasino milik mafia mulai dijual ke korporasi besar. Pada 1980-an, undang-undang anti-racketeering (RICO Act) memungkinkan penuntutan besar-besaran terhadap bos mafia. Satu per satu, figur kunci seperti Anthony Spilotro dan Frank Rosenthal kehilangan kendali.
Pada akhir abad ke-20, mafia hampir sepenuhnya tersingkir dari industri kasino legal di Amerika. Kasino-kasino modern menjadi korporasi terbuka dengan pemegang saham, audit ketat, dan pengawasan pemerintah.
Kesimpulan
Keterlibatan mafia dalam industri kasino adalah bagian penting dari sejarah perjudian modern. Mereka membangun fondasi Las Vegas sebagai ibu kota hiburan dunia, tapi juga membawa kekerasan dan korupsi yang akhirnya memaksa reformasi besar-besaran. Hari ini, kasino legal diatur dengan sangat ketat, dan pengaruh organisasi kriminal telah berkurang drastis.
Meski begitu, bayangan masa lalu itu tetap ada sebagai pengingat bahwa industri yang sangat menguntungkan selalu menarik perhatian pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Berkat pengawasan yang lebih baik, kasino kini lebih fokus pada hiburan dan keuntungan legal—bukan lagi alat pencucian uang atau sarang kejahatan.